Berita Terbaru :

Minggu, 02 Oktober 2011

SINOPSIS SINETRON PENDIDIKAN


SINOPSIS SINETRON KETIKA CINTA BERTASBIH EPISODE 1
Sore itu Masjid Pesantren Daarul Qur’an penuh sesak oleh jamaah yang mengaji kitab Tafsir Ayatul Ahkam. Pengisinya adalah Kyai Muda menantu Kyai Luthfi, yaitu Ustadz Khairul Azzam. Dengan bahasa yang enak dan indah, Azzam mengulas Surat An Nuur, ayat 30 . Pulang dari mengajar para santri Tafsir Ayatul Ahkam karya Syaikh Ali Ash Shabuni, Azzam mendapati Anna sedang merenung di ruang tengah. Azzam menanyakan kepada istrinya apa yang direnungkannya. Apakah istrinya sudah rindu kepada abah dan uminya yang baru setengah bulan di tanah suci untuk menunaikan nadzarnya? Anna menjawab sama sekali tidak. Anna lalu menjelaskan bahwa dirinya agak sedih sudah sekian bulan menikah dengan Azzam tidak juga tampak tanda-tanda kehamilan. Anna membandingkan dengan temannya yang menikah dua bulan setelahnya kini sudah hamil tiga bulan. Azzam tersenyum melihat begitu kuatnya keinginan Anna untuk segera punya anak. Anna meminta kepada Azzam untuk konsultasi dan periksa ke dokter. Azzam tidak mau. Tetapi Anna setengah memaksa dengan pelbagai macam dalih. Yang intinya jika ada kelainan bisa dideteksi lebih dini jadi punya waktu untuk mengobatinya. Akhirnya Azzam menyerah pada kemauan istrinya. Mereka sepakat paginya akan ke dokter. Dan sebelum tidur Azzam mengajak istrinya untuk shalat witir dahulu. Paginya mereka ke rumah sakit. Azzam diperiksa dokter Amir. Sementara Anna diperiksa dokter spesialis kandungan, dr. Evy Kusumadewi. Azzam dikatakan sehat, tidak ada masalah dengan alat reproduksinya.

Adapun Anna, setelah diperiksa ternyata ia terkena Endometriosis, suatu penyakit yang menurut dunia kedokteran menjadi penyebab kemandulan. (Endometriosis ditemukan pada 25% wanita infertil (mandul) dan diperkirakan 50% – 60% dari kasus endometriosis akan menjadi infertil (mandul). Endometriosis yang invasiv akan menimbulkan kemandulan akibat berkurangnya fungsi rahim dan adanya pelengketan pada tuba dan ovarium).
Anna sangat sedih, tetapi dokter menghibur bahwa meskipun positif terkena endometriosis, dokter tidak memvonis Anna mandul. Masih ada kesempatan bagi Anna untuk sembuh, meskipun juga ada kemungkinan mandul. Anna sangat sedih, Azzam berusaha menghibur istrinya.Sampai di rumah Anna, masih sedih. Anna minta pertimbangan apa perlu memberi tahu abah di Makkah mengenai hasil pemeriksaan itu, agar abah mendoakan kesembuhannya. Azzam merasa tidak perlu, nanti malah menjadi beban mereka. Cukuplah minta doa kepada mereka diberi kesehatan, jika memiliki penyakit maka penyakitnya hilang dan segera dapat keturunan.
Anna lalu bertanya, apakah kalau dirinya benar-benar mandul, Azzam akan kawin lagi alias poligami? Azzam diam tidak bisa menjawab. Anna memaksa Azzam untuk menjawab, tetapi Azzam mencoba meminta Anna berpikiran yang positif. Anna masih punya peluang untuk sembuh dan punya anak. Anna menangis sedih. Azzam mengingatkan bahwa ujian itu tanda sayangnya Allah kepada hamba-Nya. Azzam meminta Anna untuk tidak lemah. Anna adalah panutan dan tauladan bagi para santriwati maka tidak boleh lemah.
Tiba-tiba ada tamu.Tenyata tamu itu adalah seorang pengusaha kaya dari Semarang, namanya Pak Busro Atmojo. Dia datang bersama isterinya. Ia mencari Kyai Luthfi. Azzam menjawab Kyai Luthfi sedang di Makkah untuk menunaikan nadzarnya. Pak Busro menanyakan nadzar apa. Anna yang ikut menemui mereka menjelaskan, bahwa abahnya bernadzar jika putrinya menemukan jodohnya yang sesuai keinginan abahnya maka abahnya akan tinggal di samping masjidil haram selama enam bulan. Pak Busro lalu bertanya, selama di tinggal Kyai Luthfi terus pesantren bagaimana? Azzam menjawab pesantren berjalan sebagaimana biasanya. Azzam dan Anna yang mengasuh. Dan system di pesantren itu sudah berjalan dengan baik.
Kedatangan Pak Busro untuk menitipkan putri semata wayangnya yang bernama Aprilia ke pesantren Daarul Quràn. Pak Busro dengan jujur bercerita putrinya tergolong agak nakal. Pergaulannya agak bebas. Putrinya itu baru saja bebas karena tertangkap pesta obat terlarang dengan teman-temannya di sebuah hotel di Semarang. Ia mengkhawatirkan masa depan putri semata wayangnya itu. Maka ia ingin menitipkan ke pesantren yang diasuh Kyai Luthfi. Azzam dan Anna tidak bisa langsung memberi keputusan. Azzam ingin mengajak musyawarah pengurus pesantren dulu. Apakah Aprilia bisa diterima apa tidak.
Saat musyawarah Azzam bersikeras untuk tidak menerima Aprilia, tetapi Anna meminta untuk diterima dengan dalih pesan Kyai Luthfi untuk tidak menolak siapa saja yang datang untuk nyantri di Pesantren. Azzam berdalih, bahwa gadis seperti Aprilia cocoknya dibawa ke pusat rehabilitasi bukan ke pesantren. Bagaimana nanti kalau malah mempengaruhi santri yang lain. Anna menjawab bahwa justru pesantren juga berfungsi sebagai tempat untuk merehabilitasi. Akhirnya Azzam mengikuti kemauan istrinya.Jadilah Aprilia bisa diterima.
Sementara itu di perumahan mewah di kota Semarang. Pak Busro dan istrinya sedang membujuk putrinya untuk dibawa ke pesantren. Aprilia menentang keras. Pak Busro memberi tiga pilihan, pertama dibawa ke pesantren, agar Aprilia sembuh dari ketergantungan obat terlarang, dan bisa tetap belajar formal. Atau dibawa ke pusat rehabilitasi. Atau ketiga, minggat dari rumah dan tidak diakui sebagai anak. Dengan berat hari Aprilia memilih pesantren dengan beberapa persyaratan yang ia ajukan. Pak Busro setuju. Pihak pesantren memberi kabar kepada Pak Busro bahwa Aprilia bisa diterima. Maka dan dengan tidak menunda waktu Pak Busro membawa putrinya ke pesantren Daarul Quràn.
Cara berpakaian Aprilia yang agak berbeda dengan umumnya santriwati meskipun ia pakai kudung menarik perhatian para santriwati sejak ia masuk gerbang pesantren. Dan resmilah Aprilia menjadi penghuni pesantren Daarul Quràn. Sebelum pulang Pak Busro menitipkan satu botol kecil berupa beberapa pil narkoba milik Aprilia. Ia menyerahkan kebijakannya kepada Azzam. Aprilia dibawa ke kamar pengurus. Anna dan ketua pengurus menjelaskan kepada Aprilia peraturan pesantren Daarul Quràn yang harus ia taati.
Malam hari setelah shalat maghrib, ketika para santriwati sedang khusyuk membaca Al Quràn, Aprilia kejang-kejang. Ia begitu tersiksa. Ia ingin mendapatkan obat terlarangnya tetapi tidak bisa. Ia kejang dan mengamuk. Pesantren putri geger. Anna dan Azzam datang. Anna tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Ia belum pernah menangani pecandu narkoba. Azzam menelpon Husna yang seorang psikolog untuk datang. Husna datang. Ia menjelaskan memang susah kalau dicut langsung. Husna menyarankan diberi sedikit saja. Anna dan Azzam tidak mau. Bagaimana mungkin membantu orang mengkonsumsi barang haram. Terjadilah perdebatan. Husna menjelaskan Azzam dan Anna bisa memang menggunakan terapi cold turkey (penghentian secara mendadak) tetapi hasilnya tidak akan menggembirakan. Menurut Husna terapi yang cukup baik adalah terapi Metadon. Menurut Husna mau tidak mau pesantren harus menyiapkan terapi yang serius. Khusus malam itu saja Aprilia dikasih sedikit saja agar dia bisa tenang. Besok disiapkan terapi metadonnya. Akhirnya Azzam ikut saran Husna. Dan setelah diberi satu pil, Aprilia bisa tenang dan tertidur.
Husna menyarankan kepada Azzam dan Anna, agar meminta bantuan dari pusat rehabilitasi dari Solo. Husna khawatir pesantren akan keteteran mengurusi Aprilia. Anggap saja keberadaan petugas rehabilitasi itu untuk menimba ilmu dan pengalaman. Anna sepakat. Azzam merasa sebaiknya malah Aprilia langsung saja dikirim ke pusat rehabilitasi. Anna mengingatkan bahwa pesantren sudah menerima Aprilia. Di rumah, Azzam merasa sangat menyesal menerima Aprilia. Ia jadi harus menyetujui memberikan satu pil obat terlarang pada Aprilia. Ia tidak tahu bagaimana mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah. Pil itu haram, dan ia mengijinkan santrinya (Aprilia sudah jadi santrinya) mengkonsumsinya. Anna menghibur itu sebagai tindakan darurat. Insya Allah Cuma sekali, sebab besok sudah mulai dengan terapi Metadon.
Adzan Shubuh berkumandang. Para santriwati berbondong ke masjid. Kecuali Aprilia, ia masih mendengkur keras. Seorang pengurus membangunkannya dan tidak mempan. Akhirnya Anna yang membangunkan, Aprilia bangun tapi langsung memarahi Anna seperti ia memarahi pembantunya. Para santriwati yang lihat mengurut dada. Anna meminta Aprilia ditinggalkan saja. Pukul Sembilan pagi barulah Aprilia bangun. Para santri sudah di kelasnya.Aprilia mendatangi Anna yang sedang membaca sebuah kitab di rumah tamu rumahnya. Aprilia ingin makan karena lapar. Khadimah yang ada di rumah sampai geleng-geleng kepala. Anna melayaninya dengan sabar. Sambil melayani Anna menjelaskan kepada Aprilia beberapa peraturan penting pesantren yang tekah dilanggar Aprilia. Karena Aprila masih baru maka dimaklumi. Kalau sampai lebih dari satu minggu ada di pesantren maka tidak akan dimaklumi lagi. Aprilia sempat melihat-lihat ruangan tamu rumah kyainya. Aprilia melihat foto Azzam dan Anna dan memuji ketampanan Azzam yang membuat Anna merah padam karena cemburu. Anna meninggalkan Aprilia dan berpesan agar setelah makan Aprilia mandi dan segera bergegas ke kelas. Aprilia mengiyakan.
Anna menemui Azzam di masjid, keduanya memperbincangkan usulan Husna agar pesantren bekerjasama dengan pusat rehabilitasi dalam menangani Aprilia. Azzam setuju. Keduanya berbincang-bincang agak lama. Tiba-tiba Tini berlari dari kelasnya ke arah Azzam dan Anna. Tini melaporkan kalau Aprilia belum juga masuk kelas. Tini sudah mencari ke mana-mana tidak ada, termasuk ke rumah Anna. Anna minta Tini kembali ke kelas, biar Anna yang mencari Aprilia. Anna mencari ke seluruh kamar asrama tidak ada. Hafez diminta mencari ke jalan-jalan pinggir pesantren, juga tidak menemukan. Azzam juga mencari Aprilia tidak ditemukan. Azzam menyangka Aprilia kabur. Anna terus mencari. Azzam pulang ke rumahnya. Ketika masuk kamar, ia kaget mendapati Aprilia tidur-tiduran di kamarnya. Azzam sangat marah pada Aprilia. Aprilia malah cengengesan dan dengan kecerdikannya Aprilia bisa mengunci pintu kamar dan memasukkan kuncinya ke saku swieternya. Azzam bingung menghadapi kegenitan Aprilia.

Sutradara : Chaerul Umam
Produser : Leo Sutanto
Desain Produksi : Heru Hendriyarto
Cerita : Habiburrahman El Shirazy
Penulis Skenario : Habiburrahman El Shirazy, Untung Wahono,
Sakti Wibowo, Mila K. Kamil
Produksi : SinemArt (2010)
Para Pemain Ketika Cinta Bertasbih Spesial Ramadan
  • Oki Setiana Dewi sbg Anna Althafunnisa
  • Dude Harlino sbg Ustadz Muhammad Ilyas
  • Alice Norin sbg Eliana Parmesthi Alam
  • Andi Arsyil Rahman sbg M. Furqon Andi Hasan
  • Meyda Sefira sbg Ayatul Husna
  • Yasmine Wildblood sbg Qanita
  • Tsania Marwa sbg Aprillia
  • Citra Kirana sbg Vina
  • Rahmi Nurulna sbg Lia
  • Boy Hamzah sbg Ronal
  • Habiburrahman El Shirazy sbg Ustadz Mujab
  • Heppy Nurdiansyah sbg Hafez
  • Wulandari sbg Erna
  • Renny Syahrial sbg Zulfa
  • Nabila Chaerunnisa sbg Sarah
  • Elma Theana sbg Saraswati (mama aprilia)
  • Anwar Fuadi sbg Busro (papa aprilia)
  • Cut Yanthi sbg Bu Malyaf (ibu furqon)
  • Aspar Paturrusi sbg Pak Andi (ayah furqon)
  • Eksanti sbg Bu Nurlalela
  • Iga Mawarni sbg Nyai Anshari (ibu qanita)
  • Kaharudin Syah sbg Kyai Anshari (ayah qanita)
  • Berliana Febrianti sbg Nyai Syihab (bu’lek qanita)
  • Rosyid Karim sbg Kyai Syihab (pa’lek qanita)
  • Hj. Nani Wijaya sbg (ibu ilyas)
  • drg. Fadli sbg (ayah ilyas)
  • Johan Jehan sbg H. Samingan
  • Uci Bing Slamet sbg Romlah
  • Unang sbg Paimo
  • Gito Gilas sbg Pak Mahbub
  • Merry Mustaf sbg Ibu Vina
  • Enche Bagus sbg Paimin
  • Ranti sbg Surtini
  • Vera Detty sbg Bu Jaiton
  • Doddy Elza sbg Paman Eliana
Lagu Tema : “KETIKA CINTA BERTASBIH”
Penyanyi : “MELLY feat. AMEE”
Pencipta : “ADEN & MELLY”

Baca juga tulisan menarik lainnya

0 komentar:

Posting Komentar