Berita Terbaru :

Selasa, 02 April 2013

GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN

Guru merupakan salah satu komponen situasi belajar. Keadaan guru dapat mempengaruhi hasil belajar. Guru melakukan pendorong dalam belajar. Oleh karena itu perlu diperhatikan keadaan guru berkaitan dengan kepribadian, kemampuan dan kondisi fisik maupun mental, sehingga  belajar akan dapat berlangsung dengan baik dan sampai pada tujuan yang ingin dicapai.

A. PERAN GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN
Peran guru dalam proses pembelajaran yang dapat membangkitkan aktivitas  siswa setidak-tidaknya menjelaskan tugas utama, berikut ini:
1. Merencanakan pembelajaran
Perencanaan yang dibuat merupakan antisipasi dan perkiraan tentang apa yang akan dilakukan dalam pembelajaran, sehingga tercipta suatu yang memungkinkan terjadinya proses belajar yang dapat mengantar sisiwa mencapai tujuan yang diharapkan.
Perencanaan ini meliputi:
a. Tujuan apa yang hendak dicapai, yaitu bentuk-bentuk tingkah laku apa yang diinginkan dapat dicapai atau dapat memiliki oleh siswa setelah terjadinya proses pembelajaran.
b. Materi pembelajaran yang dapat mengantarkan siswa mencapai tujuan.
c. Bagaimana proses pembelajaran yang akan diciptakan oleh guru agar siswa mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
d. Bagaimana menciptakan dan menggunakan alat evaluasi untuk mengukur apakah tujuan itu tercapai dengan baik atau tidak.

2. Melaksanakan pembelajaran
Pelaksanaan pembelajaran selayaknya berpegang pada apa yang tertuang dalam perencanaan.
a. Faktor guru
Gaya mengajar seorang guru terletak pada bagaimana pelaksanaan pembelajaran guru yang bersangkutan, yang dipengeruhi oleh pandangannya sendiri tentang mengajar, konsep-konsep psikologi yang digunakan, serta kurikulum yang dilaksanakan.
b. Faktor siswa
Adanya keragaman dalam kecakapan dan kepribadian ini dapat mempengaruhi terhadap situasi yang dihadapi  dalam proses pembelajaran.
c. faktor kurikulum
secara sederhana arti kurikulum dalam kajian ini menggambrkan pada isi atau pelajaran dan pola interaksi belajar mengajar antara guru dan siswa untuk mencapai tujuan tertentu.
d. Faktor lingkungan
Lingkunggan ini meliputi keadaan ruangan, tata ruang, dan berbagai situasi fisik yang ada di sekitar kelas atau sekitar tempat berlangsungnya proses pembelajaran
3. Mengevaluasi pelajaran
Fungsi evaluasi adalah untuk :
a. Mengetahui apakah siswa dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
b. Mengetahui kondisi belajar yang disiapkan, apakah dapat menyebabkan siswa belajar.
c. Mengetahui apakah prosedur pembelajaran berlangsung dengan baik.
d. Mengetahui di mana letak hambatan pencapaian tujuan tertentu.
4. Memberikan umpan balik
Upaya memberikan umpan balik harus dilakukan secara terus menerus. Dengan demikian, minat dan antusias siswa dalam belajar selalu terpelihara. Dengan terpeliharanya minat dan antusias belajar belajar siswa, diharapkan muncul keaktifan yang tinggi dalam proses belajar itu sendiri.

B. SIKAP GURU MEMBIMBING DAN MENGARAHKAN SISWA UNTUK BELAJAR
 Bimbingan yang diberikan dalam proses pembelajaran merupakan bantuan kepada siswa jika mengalami kesulitan dalam belajar, sehingga dia mampu mengatasi kesulitan tersebut.
1. Membimbing dan mengarahkan siswa sebelum proses pembelajaran,
2. Membimbing dan mengarahkan siswa membuat perencanaan kegiatan belajar,
3. Membimbing dan mengarahkan siswa mengikuti proses pembelajaran,
4. Membimbing dan mengarahkan siswa membuat catatan belajar, dan
5. Membimbing dan mengarahkan siswa untuk mempersiapkan ujian.

C. UPAYA GURU MEMOTIVASI SISWA UNTUK BELAJAR
 Banyak cara yang dilakukan oleh guru untuk memotivasi siswanya agar tetap semangat belajar dan berhasil dengan baik. Cara-cara tersebut anttara lain:
1. Memberikan motivasi belajar kepada siswa
2. Mengembangkan motivasi dan sikap semangat mengajar
3. Mengarahkan siswa kepada tujuan yang ingin dicapai
4. Membangkitkan minat belajar
5. Membimbing siswa mengatur waktu dan disiplin dalam belajar
6. Memberi kesempatan kepada siswa untuk aktif
7. Menggunakan metode dan kegiatan pembelajaran yang bervariasi
8. Memberikan tugas yang menantang kepada siswa
9. Berinteraksi dan berkomunikasi aktif dengan siswa
10. Menciptakan  suasana kelas yang mendukung belajar
11. Mendorong siswa untuk belajar yang bermakna

D. KEGIATAN GURU DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN PROSES PEMBELAJARAN
 Proses pembelajaran seharusnya menekan pada metode atau cara bagaimana membelajarkan siswa secara aktif dari pada apa yang dipelajari siswa. Untuk memudahkan pelaksanaan, perumusan kegiatan belajar dapat dilakukan dengan cara:
a. Merumusakan semua kegiatan belajar yang membangkitkan untuk dilakukan
b. Menetapkan kegiatan-kegiatan man yang tidak perlu dilakukan agar mencapai efisiensi proses belajar
c. Menetapkan kegiatan-kegiatan mana yang akan dilakukan dalam mempelajari materi pembelajaran sesuai dengan upaya pencapaian tujaun.

Baca juga tulisan menarik lainnya

0 komentar:

Posting Komentar