Berita Terbaru :

Minggu, 02 Oktober 2011

PENDIDIKAN DALAM MASYARAKAT MODERN DAN SEDERHANA


                Kebudayaan jauh lebih luas dari pengetahuan individu, sehingga tak seorangpun dapat mengetahui lebih dari sebagian kecil dari padanya, namun kebudayaan demikian goyahnya sehingga kebudayaan tersebut hampir dapat dirobah seluruhnya dalam beberapa generasi. Jika karena beberapa alasan, seperti penaklukan oleh kekuasaan asing, orang muda gagal menerima warisan budayanya, maka budaya dari orang tuanya akan punah.
      A.      Beberapa Karakteristik Universal Dari Pendidikan
                Hampir semua kegiatan belajar yang sadar dari manusia mengandung tiga proses yaitu mendengarkan, memperhatikan, dan melakukan. Kebudayaan-kebudayaan tertentu memberikan penekanan yang berlainan terhadap sati atau terhadap yang lain dari proses-proses ini dan besarnya tekanan yang mereka berikan pada salah satu atau yang lainnya dalam mempelajari hal-hal tertentu. Dalam pendidikan Barat masa kini anak-anak membaca lebih banyak dari pada memperhatikan dan mendengar, meskipun keseimbangan bergesar sedikit karena pemakaian televise sebagai media dan karena banyak pendidikan terdiri dari “belajar melalui bekerja”.  

NILAI DAN PERSPEKTIF ALTERNATTF TEKNOLOGI PEMBELAJARAN


Pada umumya nilai-nilai yang ada akan berfungsi sebagai landasan berfikir dan berbuat. Nilai-nilai ini mungkin berasal dari pelatihan dan pengalaman kerja yang sama, pembudayaan dari teori-teori atau karakteristik pribadi orang yang tertarik terhadap Teknologi Pembelajaran . Secara khusus, nilai-nilai yang mempengaruhi terhadap perkembangan Teknologi Pembelajaran, yaitu : (a) replikabilitas pembelajaran; (b) individualisasi; (c) efisiensi; (d) penggeneralisasian proses isi lintas; (e) perencanaan terinci; (f) analisis dan spesifikasi; (g) kekuatan visual; (h) pemanfaatan pembelajaran bermedia.
Konsep paradigma alternatif dalam menemukan pengetahuan baru-baru ini telah menjadi fokus utama dalam berbagai disiplin ilmu. Dalam perpektif ilmiah, paradigma alternatif ini memiliki kecenderungan untuk menerima metodologi penelitian kualitatif, penelitian fenomenologis dan gerakan ke arah psikologi kontruktivis. Teknologi pembelajaran juga merasakan pengaruh ini, sebagai contoh Striebel (1991) mengemukakan pendapatnya bahwa komputer bukanlah hanya sekedar bentuk sistem penyampaian, tetapi sebagai suatu lingkungan yang memiliki nilai-nilai tertentu dengan segala kecenderungannya. Bowers (1988) juga memberikan suatu tantangan yang meragukan bahwa teknologi betul-betul bersifat netral dan dapat dibentuk untuk memenuhi segala tujuan yang diinginkan.

SINOPSIS SINETRON PENDIDIKAN


SINOPSIS SINETRON KETIKA CINTA BERTASBIH EPISODE 1
Sore itu Masjid Pesantren Daarul Qur’an penuh sesak oleh jamaah yang mengaji kitab Tafsir Ayatul Ahkam. Pengisinya adalah Kyai Muda menantu Kyai Luthfi, yaitu Ustadz Khairul Azzam. Dengan bahasa yang enak dan indah, Azzam mengulas Surat An Nuur, ayat 30 . Pulang dari mengajar para santri Tafsir Ayatul Ahkam karya Syaikh Ali Ash Shabuni, Azzam mendapati Anna sedang merenung di ruang tengah. Azzam menanyakan kepada istrinya apa yang direnungkannya. Apakah istrinya sudah rindu kepada abah dan uminya yang baru setengah bulan di tanah suci untuk menunaikan nadzarnya? Anna menjawab sama sekali tidak. Anna lalu menjelaskan bahwa dirinya agak sedih sudah sekian bulan menikah dengan Azzam tidak juga tampak tanda-tanda kehamilan. Anna membandingkan dengan temannya yang menikah dua bulan setelahnya kini sudah hamil tiga bulan. Azzam tersenyum melihat begitu kuatnya keinginan Anna untuk segera punya anak. Anna meminta kepada Azzam untuk konsultasi dan periksa ke dokter. Azzam tidak mau. Tetapi Anna setengah memaksa dengan pelbagai macam dalih. Yang intinya jika ada kelainan bisa dideteksi lebih dini jadi punya waktu untuk mengobatinya. Akhirnya Azzam menyerah pada kemauan istrinya. Mereka sepakat paginya akan ke dokter. Dan sebelum tidur Azzam mengajak istrinya untuk shalat witir dahulu. Paginya mereka ke rumah sakit. Azzam diperiksa dokter Amir. Sementara Anna diperiksa dokter spesialis kandungan, dr. Evy Kusumadewi. Azzam dikatakan sehat, tidak ada masalah dengan alat reproduksinya.

EVALUASI FILM


“SINOPSIS”
Harry Potter telah berjalan jauh meninggalkan fantasi kanak-kanaknya, seiring dengan perkembangan usia dirinya dan penggemarnya. Tigabelas tahun berlalu sejak terbitnya buku pertama karya JK Rowling itu, dan 9 tahun sejak versi layar lebarnya menjadi fenomena di seluruh dunia, tibalah kini saat untuk berpisah. Film terakhir Harry Potter ini dipecah dua, dan bagian pertamanya tampil sebagai sebuah drama fantasi yang lebih matang, dewasa dan “manusiawi” dibandingkan film-film sebelumnya, tanpa kehilangan daya sihirnya.
‘Harry Potter and the Deathly Hollows Part 1′ dibuka dengan pidato Menteri Sihir Rufus Scrimgeour (Bill Nighy) yang menegaskan bahwa situasi masih aman dan terkendali. Ini seperti sebuah bantahan untuk menenangkan rakyat yang sebenarnya tengah dikuasai oleh kekuatan-kekuatan jahat dari alam kegelapan. Alkisah, setelah kematian Profesor Dumbledore, kekuatan Lord Voldemort (Ralph Fiennes) semakin merajalela, menanamkan kuku-kuku jahatnya di Kementerian Sihir, dan melanjutkan usahanya untuk membunuh Harry Potter.

KTSP SEBAGAI PRODUK KURIKULUM MUTAKHIR


Perubahan kurikulum sering dilakukan oleh pemerintah. Tujuannya untuk meningkatkan mutu/kualitas pendidikan nasional. Sejak tahun 2006 lalu, KTSP (kurikulum Tingkat Satuan pendidikan) merupakan kurikulum resmi yang harus diimplementasikan para pendidik di sekolah/madrasah. Dengan munculnya kebijakan kurikulum baru tersebut berarti para praktisi dan pengembang pendidikan harus di update kembali agar mereka menyesuaikan diri dengan kebijakan mutakhir tersebut.
Di tengah penerapan kurikulum baru tersebut, kini masih terjadi diskusi dan kajian bagi para praktisi dan konseptor pendidikan. Mereka masih disibukkan membicarakan tentang seluk-beluk KTSP. Model kurikulum ini akan memberi ruang kepada sekolah untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangannya agar implementasi kurikulum dan sasaran pembelajarannya sesuai kebutuhan masyarakat dan stakeholders.