Perubahan kebudayaan mencakup 3 proses utama seperti yang dikenal oleh
para antropolog, yaitu originasi, difusi,
dan reintrepetasi. Originasi
adalah penemuan elemen-elemen baru (discovery dan invention) dalam satu budaya.
Pendidikan progresif umpamanya, berasal sebagian besar Amerika Serikat. Difusi adalah peminjaman elemen-elemen
baru budaya baru dan kebudayaan lain, seperti pengambilan metode Montessori
dari italia oleh para pendidik Amerika. Rainterpretasi
adalah modifikasi elemen-elemen budaya yang ada untuk memenuhi tuntunan zaman,
seperti peningkatan bantuan pemerintah federfil untuk pendidikan. Tanpa sebuah
budaya sangat terintegrasi, budaya tersebut tidak akan bereaksi secara total
terhadap sebuah perubahan, betapapun
pentingnya.
Kita dapat melihat dua bentuk tata nilai-nilai, yang mungkin atau tidak
mungkin bersamaan: yang pertama yaitu
yang dapat dipuaskan dengan inovasi teknologi; kedua adalah sejumlah nilai yang
telah mapan (yang kedua ini tidak selalu diungkapkan dalam inovasi yang ada
sekarang, tetapi disangsikan lagi sebagiannya merupakan hasil/ akibat temuan
teknologi masa lalu).





